Hans Bague Jassin atau
yang lebih dikenal dengan sebutan HB. Jassin adalah seorang pengarang,
penyunting, dan kritikus asal Gorontalo. Lahir di Gorontalo, 13 Juli 1917 -
meninggal di Jakarta, 11 Maret 2000. Anak dari ayahnya yang bernama Bague Mantu
Jassin, seorang Kerani Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM), dan ibunya
bernama Habiba Jau. Julukan Paus Sastra pun menempel pada dirinya yang
diberikan oleh sastrawan Gajus Siagian. Saat itu memang keadaannya berkembang
bahwa seseorang dianggap sastrawan apabila sudah sah dibaptis oleh HB. Jassin
sendiri. Walaupun terdengar berlebihan, namun begitulah adanya. Gelar ini
menunjukkan betapa besarnya wibawa dan pengaruh Jassin terhadap kehidupan
sastra di negeri kita. Juga betapa tingginya penghormatan para sastrawan atas
dirinya.
Sunday, June 5, 2016
Kerelaan Hati Seorang Zulbahri dalam Cerpen “Ave Maria
Ave Maria merupakan salah satu cerpen
dalam karya Idrus yang berjudul Dari Ave Maria ke Jalan Lain Roma. Cetakan
pertama pada tahun 1948. Disini saya akan sedikit membahas unsur-unsur
instrinsik yang ada dalam cerpen tersebut.
Pertama ialah tema. Menurut saya tema
dalam cerpen tersebut adalah percintaan. Dijelaskan dalam cerpen bahwa Zulbahri
rela meninggalkan istrinya hanya untuk berbahagia dengan Syamsu. Di dalam
cerpen juga diceritakan bahwa dahulu, Wartini dan Syamsu saling memiliki rasa.
Lalu ada alur. Dalam cerpen ini alur
yang digunakan alu maju-mundur atau disebut juga alur linear. Dibuktikan dengan
Zulbahri menceritakan dirinya di masa silam kepada sepasang suami-istri yang
setiap hari dikunjunginya hanya untuk mengambil beberapa bacaan di kolong meja
bundar. Disitulah terjadi alur mundur dan terakhir bercerita kembali ke alur
maju.
Sudut pandang yang ada dalam cerpen ini
ialah sudut pandang orang ketiga. Ini karena penulis tidak menampilkan siapa
dirinya dalam cerpen tersebut.
Subscribe to:
Posts (Atom)