Tuesday, May 10, 2016

Antologi Puisi - Doa Untuk Anak Cucu



Data Buku :
Judul               : Doa Untuk Anak Cucu
Karya              : W.S Rendra.
Penerbit           : Bentang.
Tebal buku      : 94 halaman.
Tahun terbit     : cetakan pertama April 2013, cetakan kedua Juli 2013.


Berbeda dengan antologi Rendra yang berjudul Potret Pembanguan Dalam puisi. Pada antologi puisi Rendra yang judulnya Doa Untuk Anak Cucu, ada beberapa puisi Rendra yang menampilkan tulisan asli tangan Rendra dengan beberapa coretan pulpennya pada puisinya, yaitu puisi Gumamku, ya Allah dan puisi Doa. Selain itu, dalam antologi puisi ini juga dilengkapi ilustrasi pada beberapa puisinya sehingga menambah nilai keindahannya dan membuat pembaca semakin tertarik untuk membacanya. Meskipun begitu, rata-rata puisi Rendra menggunakan kata-kata yang lugas dan dalam pemilihan diksinya ia jarang menggunakan diksi perumpamaan.
Pada antologi puisi Doa Untuk Anak Cucu, rata-rata puisi Rendra jauh lebih panjang dari antologi puisi Potret Pembangunan Dalam Puisi. Bentuk tulisan puisinya pun tak jauh berbeda, ada yang ada yang biasa saja penulisannya dari kiri ke kanan dan ada juga yang bentuk penulisannya yang dari kiri ke kanan kemudian pada syair selanjutnya agak sedikit menjorok ke kanan. Mungkin inilah gaya kepenulisan Rendra dengan menggunakan diksi yang jelas, lugas, jarang menggunakan diksi perumpamaan tetapi tetap memperhatikan pemilihan kata. Sehingga meskipun puisinya menggunakan kata-kata yang yang lugas dan langsung menggunakan kalimat yang mengandung makna sebenarnya, tetap tidak kehilangan nilai keindahan atau estetika pada setiap puisinya. Dalam antologi Doa Untuk Anak Cucu, tema yang di angkat oleh Rendra lebih banyak adalah perenungan tentang diri, dan Rendra juga mengkritik tentang ketidakadilan dunia politik di Indonesia.

Tuesday, May 3, 2016

Antologi Puisi - Nyanyian Akar Rumput



Data Buku :
Judul               : Nyanyian Akar Rumput
Karya              : Wiji Thukul
Penerbit           : PT. Gramedia Pustaka.
Tebal buku      :  239 halaman.
Tahun terbit     : 2014

Pada antologi puisi Wiji Thukul yang berjudul Nyanyian Akar rumput, ia menggambarkan tentang keadaan masyarakat Indonesia khususnya masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah. Ini terlihat dari beberapa judul puisinya, yaitu: Balada Pak Bejo, Tanah, Sukmamu Merdeka, dan masih banyak yang lainnya. Bentuk kepenulisan Wiji Thukul pada puisinya rata-rata menggunakan pemilihan kata-kata yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun begitu, ia tetap memperhatikan sususan setiap katanya, sehingga dapat melahirkan puisi-puisi bersyair indah. Pada beberapa puisinya, Wiji Thukul juga menggunakan kalimat-kalimat perumpaman. Namun, ia tetap memperhatikan kalimat-kalimat perumpamaan yang dibuatnya sehingga pembaca memahami, makna apa yang ingin disampaikan oleh Wiji Thukul dalam setiap puisinya.
Selain mengangkat tentang kehidupan masyarakat Indonesia, Wiji Thukul juga mengkritik tentang kondisi politik yang terjadi di Indonesia. Wiji Thukul memang seorang aktivis dan semiman rakyat yang bergabung bersama petani, buruh dan kaum miskin. Inilah yang melatarbelakangi puisi-puisi Wiji Thukul yang banyak mengangkat tema masyarakat menengah ke bawah. Puisi-puisi Wiji Thukul rata-rata berbentuk puisi dengan syair yang cukup panjang, hampir sama dengan Rendra. Namun, tetap ada beberapa puisinya yang bersyair pendek, yaitu: Hukum, Bungan, Busuk dan sebagainya. Pada kepenulisan puisinya Wiji Thukul jarang memakai tanda-tanda atau bentuk tulisan dengan berkelok-kelok. Rata-rata puisi Wiji Tukul bentuk kepenulisannya standar dari kiri ke kanan dengan loncat satu baris pada setiap baitnya. Walaupun bentuk kepenulisannya seperti itu, tidak sama sekali mengurangi nilai keindahan puisinya, karena nilai keindahan puisi Wiji Thukul terletak pada pemilihan kata-katanya.