Pidi
Baiq mengaku sebagai imigran dari sorga yang diselundupkan ke bumi oleh ayahnya
di kamar pengantin dengan keadaan yang tegang. Dia adalah Imam Besar The
Panasdalam. Lahir di Bandung, 8 Agustus 1972. Membuat akun Twitter dengan nama
@pidibaiq dan selalu merahasiakan password-nya
sampai sekarang. Begitulah penjelasan tentang penulis yang tertulis di belakang
novel Dilan bagian Kedua (dia adalah Dilanku Tahun 1991). Saat kuliah berada di
FSRD (Fakultas Seni Rupa dan Desain) Institut Teknologi Bandung, dan memiliki
istri lulusan Psikologi Universitas Padjadjaran. Dalam buku Drunken Molen, Pidi
Baiq benar-benar merasa harus berterima kasih kepada Unpad yang telah
memberikan istri seperti istrinya, tidak berterima kasih kepada ITB, begitu
humornya dalam buku tersebut. Selain sebagai seniman, musisi, pencipta lagu,
penulis, tetapi ayah, begitulah nama panggilan akrab kepada Pidi Baiq, juga
adalah seorang pengajar, ilustrator, dan komikus.
Ternyata,
karya ini bisa hadir di tengah novel-novel lainnya yang tak kalah keren berkat
pengalaman pribadinya. Salah satu penggemar Pidi Baiq bertanya ke akun twitter
Pidi Baiq yang bernama @pidibaiq. Apakah novel Dilan ini fiksi atau nyata?
Jawaban ayah adalah nyata. Dan diperkuat lagi pada sebuah artikel di www.isrinur.com
, dalam artikelnya menceritakan launching novel Dilan bagian Kedua ini. Pidi
Baiq berkata bahwa penyusunan novel Dilan ini berdasarkan penglaman nyata dan
melibatkan wawancara langsung dengan orang yang menjadi tokoh Milea. Tak heran
bila dalam novel ini benar-benar dapat soal suasana kota Bandung, karena ini
berdasarkan pengalaman nyata dan Pidi Baiq sendiri besar di kota Bandung.
“Trina,
seberangnya ASTI.”
ASTI adalah
singkatan dari Akademi Seni Tari Indonesia. Dulu masih bernama ASTI.(2016:141)
Dalam
penggalan itu jelas sekali bahwa Pidi Baiq memang dibesarkan di kota Bandung
yang menyebabkan novel ini lebih nyata untuk penceritaannya. Pembaca jadi
merasakan suasana kota Bandung yang dulu, menambah informasi juga. Pidi Baiq
tahu bahwa dahulu namanya bernama ASTI.
Kembali
ke Pidi Baiq yang seorang lulusan FSRD ITB. Di dalam novel Dilan bagian Kedua
ini dihiasi dengan gambar-gambar buatan Pidi Baiq. Sebelum diterbitkan, Pidi
sudah melampirkan novel-novel di dalam blognya yaitu www.ayahpidibaiq.blogspot.co.id.
Jadi, jelas sekali masa kuliahnya di FSRD yang membuahkan hasil ia bisa membuat
ilustrator gambar sendiri sebelum dikirim ke penerbit.