Friday, April 15, 2016

Keadaan Indonesia dalam Puisi Kesaksian Tahun 1967 “Blues untuk Bonnie” Karya WS Rendra



KESAKSIAN TAHUN 1967
Oleh : WS Rendra

Dunia yang akan kita bina adalah dunia baja
kaca dan tambang-tambang yang menderu
Bumi bakal tidak lagi perawan,tergarap dan terbukasebagai lonte yang merdeka
Mimpi yang kita kejar, mimpi platina berkilatan
Dunia yang kita injak, dunia kemelaratan
Keadaan yang menyekap kita, rahang serigala yang menganga

Nasib kita melayang seperti awan
Menantang dan menertawakan kita,menjadi kabut dalam tidur malam, menjadi surya dalam kerja siangnya
Kita akan mati dalam teka-teki nasib inidengan tangan-tangan yang angkuh dan terkepal
Tangan-tangan yang memberontak dan bekerja
Tangan-tangan yang mengoyak sampul keramatdan membuka lipatan surat suciyang tulisannya ruwet tak bisa dibaca

Thursday, April 14, 2016

Ada Duka di Balik Senyuman dari Cerpen Senyum Karyamin Karya Ahmad Tohari



Cerpen “Senyum Karyamin” ini salah satu dari 13 cerpen yang berada dalam satu buku kumpulan puisi yang berjudul “Senyum Karyamin”. Cetakan pertama di tahun 1995 dan sekarang sudah cetakan ke-9 tahun 2013. 13 cerpen yang ada dalam buku kumpulan cerpen ini rata-rata menceritakan tentang orang-orang kecil dengan kehidupannya. Sehingga banyak komentar yang keluar dari pembaca, terlalu monoton menggunakan tema orang-orang kecil.
Walaupun tema atau cerita dalam cerpen-cerpennya mengambil orang-orang kecil sebagai tokoh. Namun, itu membuat Ahmad Tohari lebih leluasa dalam ceritanya. Seperti dalam cerpen Senyum Karyamin, Ahmad Tohari tidak menggunakan bahasa yang berat, yang susah untuk dipahami untuk sekali baca, melainkan menggunakan kata-kata yang biasa dipakai sehari-hari dalam penggunaannya.
Senyum Karyamin menceritakan tentang betapa susahnya menjadi seorang pengumpul batu yang di dalam cerita belum dibayar juga atas batu-batu yang sudah dikumpulkan Karyamin dan para warga desa. Lalu ada kehadiran Saidah, penjual nasi pecel yang senantiasa datang ke tempat pengepul untuk menagih utang kawan-kawan Karyamin.
Saya akan sedikit membahas apa saja yang ada dalam cerpen Senyum Karyamin karya Ahmad Tohari ini.
Tema yang ada dalam cerpen ini ialah pantang menyerah. Seorang Karyamin sebagai pengumpul batu, walaupun belum dibayar-bayar oleh si pengepul batu, tetap melaksanakan kerjanya. Walaupun dari sungai ke tempat pengepul jalanan yang dilalui tidak mulus. Dua kali Karyamin ikut berkejaran dengan batu-batu ke bawah ketika tanjakan, namun Karyamin kembali mengambil batu-batunya yang berjatuhan itu.“Pagi ini Karyamin sudah dua kali tergelincir. Tubuhnya rubuh lalu menggelinding ke bawah, berkejaran dengan batu-batu yang tumpah dari keranjangnya.”