Sunday, June 5, 2016

Paus Sastra dari Gorontalo



Hans Bague Jassin atau yang lebih dikenal dengan sebutan HB. Jassin adalah seorang pengarang, penyunting, dan kritikus asal Gorontalo. Lahir di Gorontalo, 13 Juli 1917 - meninggal di Jakarta, 11 Maret 2000. Anak dari ayahnya yang bernama Bague Mantu Jassin, seorang Kerani Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM), dan ibunya bernama Habiba Jau. Julukan Paus Sastra pun menempel pada dirinya yang diberikan oleh sastrawan Gajus Siagian. Saat itu memang keadaannya berkembang bahwa seseorang dianggap sastrawan apabila sudah sah dibaptis oleh HB. Jassin sendiri. Walaupun terdengar berlebihan, namun begitulah adanya. Gelar ini menunjukkan betapa besarnya wibawa dan pengaruh Jassin terhadap kehidupan sastra di negeri kita. Juga betapa tingginya penghormatan para sastrawan atas dirinya.

Kerelaan Hati Seorang Zulbahri dalam Cerpen “Ave Maria



Ave Maria merupakan salah satu cerpen dalam karya Idrus yang berjudul Dari Ave Maria ke Jalan Lain Roma. Cetakan pertama pada tahun 1948. Disini saya akan sedikit membahas unsur-unsur instrinsik yang ada dalam cerpen tersebut.
Pertama ialah tema. Menurut saya tema dalam cerpen tersebut adalah percintaan. Dijelaskan dalam cerpen bahwa Zulbahri rela meninggalkan istrinya hanya untuk berbahagia dengan Syamsu. Di dalam cerpen juga diceritakan bahwa dahulu, Wartini dan Syamsu saling memiliki rasa.
Lalu ada alur. Dalam cerpen ini alur yang digunakan alu maju-mundur atau disebut juga alur linear. Dibuktikan dengan Zulbahri menceritakan dirinya di masa silam kepada sepasang suami-istri yang setiap hari dikunjunginya hanya untuk mengambil beberapa bacaan di kolong meja bundar. Disitulah terjadi alur mundur dan terakhir bercerita kembali ke alur maju.
Sudut pandang yang ada dalam cerpen ini ialah sudut pandang orang ketiga. Ini karena penulis tidak menampilkan siapa dirinya dalam cerpen tersebut.