Masa
Depan Gelap?
Bagaimana
menganggap sebuah pekerjaan kotor dapat memiliki masa depan yang cerah?
Madegel
menceritakan tentang Adang Bima adalah seorang Don Corleone kecil-kecilan yang
menguasai suatu wilayah dengan “pasukan” premannya. Selepas memenangkan
pertarungan ksatria dengan pemimpin gangster kubu lawan, ia dicurangi dan
dibokong Ateng Gada. Kepalanya dipukul hingga pingsan. Polisi datang dan
perkelahian bubar serabutan. Adang Bima ditemukan masyarakat yang sedang
takbiran dan dibawa ke rumah Haji Suryaman, seorang tokoh masyarakat dan
pengusaha kaya yang tampil ebagai pemuka agama, pemurah, suci dan gemar
poligami. Saat siuman, ternyata Adang Bima mengalami amnesia. Ia mendalami
agama dan berubah menjadi orang sakeh sekaligus cendekia. Dalam pada itu,
Suryaman makin kelihatan menjadikan posisinya sebagai pemuka agama untuk
memenuhi ambisinya akan segitiga emas : harta, kuasa, wanita. Ia bersiap dengan
berbagai cara ingin menjadi wakil rakyat alias anggota DPR yang terhormat.
Berbagai intrik pun dicoba untuk memenangi tender (harta), terpilih dalam
pilkada (kuasa), dan menceraikan istri kedua dari ke empat istrinya untuk
mereformasinya dengan gadis muda.